RSS

Apa Adanya [Kisah Tentara]

09 Jun

sebuah cerita tentang seorang tentara yang akhirnya kembali ke kotanya setelah berperang di Vietnam. Tentara tersebut menelpon orang tuanya dari San Fransisco.

“Ibu dan Ayah, aku pulang, tapi ada yang ingin kutanyakan. Aku punya seorang teman yang ingin kuajak untuk tinggal bersama kita.”

“Tentu saja,” sahut orang tua tentara itu, “kami ingin sekali bertemu dengannya.”

“Ada satu hal yang harus kalian tahu,” lanjut tentara itu, “Temanku terluka sangat parah sewaktu perang. Dia menginjak ranjau dan akhirnya kehilangan satu kaki dan satu tangan. Dia tidak punya tujuan lagi sekarang, dan aku ingin dia tinggal bersama kita.”

“Kami turut bersedih atas hal itu, nak. Mungkin kita bisa membantunya untuk mencari tempat tinggal.”

“Tidak, aku ingin dia tinggal bersama kita.”

“Nak,” ayahnya berucap, “kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Seseorang yang cacat akan menjadi beban bagi kita. Kita punya tempat sendiri untuk kita tinggal dan kita tidak bisa membiarkan sesuatu mengganggunya. Aku pikir kamu pulang saja dan lupakan temanmu itu. Dia akan menemukan jalan untuk hidup dengan caranya sendiri.”

Seketika saat itu juga sang anak menutup teleponnya. Orang tuanya pun tidak pernah lagi mendengar kabar anaknya itu. Beberapa hari kemudian, sang orang mendapat telepon dari kepolisian San Fransisco. Anak mereka ditemukan tewas setelah terjatuh dari sebuah gedung, kata polisi itu. Polisi yakin bahwa itu adalah bunuh diri. Sesegera mungkin sang orang tua pergi ke San Fransisco untuk mengidentifikasi jasad anak mereka. Mereka mengenalinya tapi mereka terkejut karena menemukan sesuatu yang mereka tidak tahu, anak mereka hanya mempunyai satu tangan dan satu kaki.

Orang tua di cerita ini seperti kebanyakan dari kita. Kita begitu mudahnya menyukai orang yang berpenampilan menarik atau enak untuk dilihat, tapi kita tidak menyukai orang yang membuat kita tidak nyaman. Kita biasanya menjauhi orang yang tidak sesehat, secantik/setampan dan secerdas kita. Syukurlah, ada orang-orang yang tidak akan memperlakukan kita seperti itu. Seseorang yang mencintai kita dengan apa adanya serta menerima kita menjadi bagian keluarga.

dari: adejahja@2008 via milist

 
4 Comments

Posted by on 9 June 2011 in Hikmah, Kisah, Renungan, Short Story

 

4 responses to “Apa Adanya [Kisah Tentara]

  1. tyanhie12

    11 June 2011 at 2:42 am

    sang anak menguji keikhlasan hati orang tuanya..
    kalau saja ia katakan bahwa yang cacat itu adalah dirinya,,
    mungkin keadaan akan berkata lain…
    cerita ini sangat menggugah…
    keluarga adalah yang paling menerima keadaan kita,,
    insya’Allah….

     
  2. muqaffa

    11 June 2011 at 5:56 am

    hmm… benar jg, namun apa boleh dikata, si anak jg sadar bahwa kecacatannya mungkin akan merepotkan orang tuanya.. yah, yg bisa kita lakukan dlm cerita ini adalah mengambil pelajaran untuk selalu berniat ikhlas bergaul dan menolong orang lain, bagaimanapun keadaannya..🙂

     
  3. Afifuddin

    11 June 2011 at 6:55 am

    tapi yang dilakukan oleh anak tadi juga kurang baik,,, kenapa kok harus bunuh diri..? padahal itu kan juga perbuatan yang tidak baik,,,🙂

     
  4. muqaffa

    11 June 2011 at 6:58 am

    ya,, itulah mengapa menjaga keimanan dan agama itu yg utama..🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: