RSS

Dalam Setiap Diri Kita terdapat Singa

28 Nov

Dalam setiap diri kita terdapat singa. Sosok singa yang sering kita sepakati berperan sebagai si raja hutan. Dalam berbagai buku komik, cerita anak-anak, hingga film di televisi, singa menjadi perhatian dengan karakter dan kemampuannya menguasai lawan dan kawan.
Dalam setiap diri kita terdapat singa. Kita dapat mengambil pelajaran dari sosok singa melalui Mufassa dan Simba dalam film Lion King produksi Walt Disney. Mufassa yang kuat dan garang dapat dikalahkan Scar, saudaranya, karena perebutan kekuasaan. Sementara Simba sebagai penerus Mufassa, dapat bangkit dari keterpurukan dan rasa bersalah lalu merebut kembali tahta keluarganya yang akhirnya dapat mempersatukan bangsanya dari perpecahan (pada Lion King II). Namun, pada intinya adalah mereka sama-sama sebagai seorang pemimpin yang mampu menggerakkan kaumnya dan menjaga keseimbangan ekosistem alam. Mereka sadar sebagai predator namun tidak semena-mena terhadap mangsa dan alam sekitarnya.
Dalam setiap diri kita terdapat singa. Bisa jadi singa dalam diri kita masih terlelap tidur, beranjak tidur atau baru bangun tidur dan masih menggeliat mengumpulkan tenaga. Hanya diri kita yang tahu persis posisi dan kondisi singa tersebut. Apakah sedang kelelahan, sakit atau sedang dalam kondisi on fire.
Dalam setiap diri kita terdapat singa. Yang juga perlu kita sadari adalah seberapa besar potensi singa dalam diri kita. Dengan mengetahui SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities and Threats) dalam diri kita, kita dapat mendayagunakan seluruh potensi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ini penting ditambah dengan pengasahan kemampuan kita dalam memainkan instrument alam sekitar agar berirama dengan indah. Tentu saja, ketika hendak bermain dengan instrument tersebut kita perlu menyadari pula setiap kemampuan yang dimilikinya.
Dalam setiap diri kita terdapat singa. Strength (Kekuatan) dan Weaknesses (Kelemahan) milik singa, merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Kita memerlukan kesadaran untuk mengukur seberapa besar mereka dan membuka peluang untuk menambah Strength serta memainkan Weaknesses menjadi sebuah Threats (Tantangan/Ancaman) yang menyadarkan dan membangun. Sementara Opportunities (Peluang) akan selalu tercipta manakala kita mau membuka mata pikiran dan mata hati, serta mendengarkan instrument alam yang dimainkan untuk kita.
Dalam setiap diri kita terdapat singa. Keberhasilan singa dalam penguasaan kerajaannya tak terlepas dari keberhasilannya dalam menaklukan dirinya sendiri. Sebelum Simba berhasil mengalahkan Scar dan kembali mengamankan kerajaannya, ia telah berhasil mengalahkan fear dalam dirinya. Ia dapat me-manage rasa bersalah pada masa lalunya. Setelah itu, ia dapat segera memposisikan dirinya dan melangkah dengan benar.
Dalam setiap diri kita terdapat singa. Singa sebagai raja hutan bebas memilih dan menentukan daerah kekuasaannya dan bertarung demi mempertahankan atau memperluas daerahnya. Namun demikian, setiap pilihan langkah yang singa ambil, tidak akan pernah lepas dari risiko. Semakin besar tujuan yang singa pilih, semakin besar pula risiko yang akan dihadapi. Risiko tak hanya yang berada di akhir, tetapi juga yang berada di awal dan saat tujuan tersebut diupayakan. Ia perlu selalu mengasah taring dan kukunya, mengkondisikan pasukannya, lebih banyak menghabiskan waktu untuk berlatih, dan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan dihadapi, ketika ingin memperluas daerah kekuasaannya.
Dalam setiap diri kita terdapat singa. Keberhasilan singa dalam berburu atau memperluas daerah kekuasaan, tidak lepas dari penguasaan 3 sikap dalam dirinya, yaitu: Ketenangan, Kegarangan dan Kesadaran kapan ia harus tenang dan kapan harus garang. Ketiga sikap ini yang menjadi senjata utama singa selain fisiknya yang terlahir kuat. Begitu pula kita, yang acap kali perlu perubahan agar menjadi insan yang lebih baik. Pertama, kita harus tenang, tenteram dan berani menerima kenyataan dalam menghadapi masalah, serta memperkirakan apakah itu bisa diselesaikan dengan segera atau tidak. Kedua, kita perlu kegarangan (semangat dan cepat bertindak) ketika melihat peluang dalam menyelesaikan masalah. Ketiga, kita sadar kapan kita harus tenang dan kapan kita perlu ‘garang’ dalam menghadapi persoalan, atau dengan kata lain kapan kita harus mengalah dan kapan harus mengalahkan. Ini hanya dapat dipupuk dengan knowledge (pengetahuan dan pengalaman) dan knee (lutut, dalam arti mengharap kepada tuhan).
Dalam setiap diri kita terdapat singa. Singa hebat dan kuat tak bisa lepas dari didikan ibunya dan pelajaran berharga dari kehidupan bengis di alam sekitarnya. Pengalaman yang didapatkan justru menjadikannya lebih kuat dan berani. Demikian pula kita. Mari berupaya bagaimana kita bisa membangkitkan singa dalam diri kita untuk memimpin diri kita sendiri dan orang lain, agar tujuan hidup bersama yang lebih baik dapat diwujudkan.

muqaffa@2010

 
Leave a comment

Posted by on 28 November 2010 in Artikel, Motivasi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: