RSS

Meremehkan Janji

08 Oct

Ada sebuah cerita tentang pengalaman pahit yang dialami oleh seorang wanita. Teman perempuannya membuat janji dengan wanita itu. Katanya ada persoalan penting yang harus dibicarakan. Tentu saja wanita itu menunggu temannya tersebut sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Akan tetapi, ternyata temannya itu datang setelah terlambat hampir tiga jam. Tentu kita dapat membayangkan bagaimana perasaan wanita itu. Rasa penasaran tentang persoalan penting menjadi hilang dan berganti dengan keingintahuan mengapa temannya datang terlambat.

Kita semua tentu menyadari bahwa janji adalah sesuatu yang harus ditepati, seperti hutang yang harus dibayar. Akan tetapi, kadang-kadang kita menjumpai orang-orang yang dengan sengaja atau tidak, telah mengingkari janjinya, seperti janji akan mengembalikan buku yang dipinjam, dll.

Ada beberapa hal yang menyebabkan orang tidak menepati janjinya, antara lain orang itu tidak mempedulikan atau masa bodoh dengan janji yang telah disepakati, bahkan menganggapnya tidak penting. Hal ini juga yang akan menyebabkan orang tidak memperhatikan waktu, bagaimana dia mengatur waktunya untuk melakukan tugas dan kewajibannya, memenuhi janji dengan orang lain, dsb.

Selain dua faktor tersebut, ada faktor lain yang mungkin lebih parah, yaitu lingkungan dan masyarakat yang memang memiliki kebiasaan bersikap masa bodoh terhadap ketepatan waktu dan kedisiplinan dalam hidup, bahkan dalam penyelenggaraan acara-acara penting yang melibatkan banyak orang dan tokoh masyarakat.

Alangkah indahnya hidup dengan penuh keteraturan, keseimbangan dan keselarasan dalam menggunakan hak dan melaksanakan kewajiban. Tentu kita mengerti bahwa jika kita terikat perjanjian atau kesepakatan dengan siapa saja, kita harus menepatinya kecuali jika ada hal-hal di luar perkiraan yang benar-benar menghalangi kita untuk menunaikannya, dan kita tidak sanggup untuk menghindarinya. Namun, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menepatinya. Kalaupun kita tidak dapat menepatinya, kita harus meminta maaf sebelum waktu yang disepakati bersama atau sesudahnya jika terpaksa.

Berbagai kesulitan dapat kita alami akibat mengingkari janji, antara lain orang yang mengingkari janji akan dicela dan tidak dipercaya oleh siapa saja yang telah ia langgar janjinya. Perkara ini sangat berbahaya jika sampai tersebar bahwa orang ini orangnya tidak serius dan tidak bisa dipegang janjinya. Sungguh menyakitkan, bukan?

Selain itu, orang-orang di sekitarnya juga dapat tidak percaya terhadap janji atau jadwal yang dibuat, bahkan ingkar janji dapat memperlambat suatu pekerjaan atau urusan yang harus diselesaikan. Rencana-rencana kegiatan kita juga dapat berantakan karenanya.

Akan menjadi suatu budaya yang buruk jika setiap sedikit ketidaktepatan dalam menunaikan janji dibiarkan begitu saja. Dengan demikian, meremehkan janji dapat mendatangkan dampak yang tidak baik bagi kehidupan kita. Oleh karena itu, kita harus serius menghadapi persoalan ini. Berikanlah sanksi moral yang sesuai kepada siapa saja yang tidak menepati janjinya dan penghargaan bagi mereka yang komitmen dengan janji yang disepakati. Kita juga harus benar-benar memperhatikan dan menjaga keefektifan waktu yang kita jalani agar tercipta keseimbangan antara hak dan kewajiban, khususnya dalam setiap perjanjian yang telah disepakati bersama.

(Materi Pidato-ku th. 2008๐Ÿ˜‰ dg salah satu referensi buku berjudul ‘Meremehkan Janji’)

 
Leave a comment

Posted by on 8 October 2010 in Artikel, Islamic, Renungan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: