RSS

Semoga Terulang

14 Jan

Sekadar prakata : Unbelievable !!!

Itulah kata yang memenuhi pikiran saat itu. Aku sendiri tak menduga kita akan mendapatkan itu. Hanya saja sesaat sebelum pengumuman kejuaraan, aku sempat berpikir bagaimana kalau tidak juara? Sudah sampai sejauh ini usaha kita, latihan setiap sore, uang yang dipakai untuk seragam, bantuan dan dukungan dari guru, alumni dan teman-teman semua akan sia-sia. Semua kemampuan telah dikeluarkan saat lomba. Aku juga sempat berpikir kalau kalah, langkah akan tertunduk malu saat pulang memasuki Smansa ibarat pasukan garda depan, mati dalam perang mungkin lebih baik daripada pulang tanpa membawa kemenangan. (hiperbola banget)

Yang jelas suasana sore itu sangat indah, tak terlupakan. Kita berbaris kalau tidak salah di sebelah barat daya lapangan. Kita bukan yang pertama masuk ke lapangan, tetapi termasuk cukup awal. Saat di daerah persiapan, dengan pakaian kebesaran biru-biru tercinta itu sempat dengan PD-nya menggeser (baca: meminta minggir) pasukan dari SMA lain, karena mereka kelamaan.

Pesan moral : Jika kita kelamaan maka akan terinjak-injak oleh yang tidak kelamaaan. Jadi, bergegaslah dalam setiap tindakan.

Saat upacara penutupan, kita banyak berdoa dan hanya bisa pasrah. Mengapa banyak berdoa? Karena itulah usaha kita terakhir, setelah semua upaya kita lakukan.

Ya Allah…

berilah kami semua yang terbaik bagi kami, menangkanlah kami jika itu yang terbaik bagi kami. Kami hanya ingin memberikan yang terbaik bagi Passus, Smansa, guru-guru, para alumni, dan teman-teman kami yang terbaik. Kami juga tidak ingin mengecewakan orang tua kami. Kami telah mengupayakan semua yang kami bisa. Jangan sia-siakan usaha kami selama ini. Aamiin..

Kira-kira itulah doaku saat itu, tanpa memohon untuk dijadikan juara pertama. Hanya memohon keputusan (hasil) yang terbaik dari semua ini, karena Tuhan akan memberikan hasil sesuai dengan apa yang kita upayakan. Semakin keras usaha kita, semakin besar hasil yang dapatkan. Kita semua sudah tahu itu.

Pesan moral : Hubungan antara [Usaha + Doa] dengan [Hasil] adalah berbanding lurus.

Upacara penutupan dijalani dengan agak membosankan. Hanya saat pengumuman kejuaraan yang agak mendebarkan. Pengumuman diawali dengan SMA 15 Semarang sebagai Juara III. Setelah itu, Juara II diraih oleh SMA Taruna Nusantara. Lalu, SMA 1 Pekalongan, yang dapat nomor urut lomba terakhir 24, yang saat di Pos 3 penampilannya terganggu oleh pasukan sebelumnya yang masih di Pos 4 dan mendapat dukungan dari supporter yang sangat ramai, hingga suara Arwin Shinta E. S., komandan pleton SMA 1, samar-samar terdengar oleh Pasukan Khusus Pengibar Bendera (Passusbra) SMA 1 Pekalongan, mendapat Juara I. (Bravo…!!! Congratulation !!!)

VIVA SMANSA !!!

Aku, kami semua berpelukan, berteriak, meluapkan tangis dan tawa kegembiraan yang sangat. Sulit digambarkan suasana saat itu.

Alhamdulillah… segala puji hanya untukMu wahai Tuhan semesta alam… semoga 25 Januari 2009 nanti, Passusbra SMA 1 Pekalongan dapat mempertahankan apa yang diraih dua tahun yang lalu itu, ditambah Juara Umum. Aamiin…

Tapi, ingatlah bahwa setiap Keberhasilan yang diraih, wajib diiringi dengan Syukur dan Kerendahan Hati. Jangan terlena dan berangan terlalu tinggi jika usaha kita tidak setingkat atau lebih tinggi dari angan kita…

Hati-hati saat kita naik tangga, semoga setiap langkah pijakan kita selalu mendapat ridhoNya…

 
Leave a comment

Posted by on 14 January 2009 in Diary

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: