RSS

Wisata Diri

12 Nov

kegelisahanku adalah dikarenakan ketakmampuanku

merasakan kehausanku akan mengais kearifan ilmu


kesepianku adalah disebabkan kesulitanku

merasakan pikir dan lakuku sendiri membawaku


kesedihanku adalah karena aku tak memiliki kuasa

untuk membawa diriku layak sebagai pencari sejati


kegundahanku adalah sebab aku harus berpikir keras

untuk sekadar meyakinkan yang mana kanan dan kiri hati


maka tak ada lain


yang aku inginkan adalah malaikat meletakkan sayapnya sebab niatku

namun tundukku padaNya bagai angin yang rela dihempaskan ke mana Ia suka


yang aku rindukan adalah tenangnya samudera mengaliri jiwa

meski di atasnya adalah gunung dan duri bersemayam di bawahnya


yang aku nantikan adalah hilangnya kekelaman hati

yang selalu menarikan otak dan tanganku untuk semakin memabukkan diri


…dan yang masih dan selalu aku harapkan keberadaannya adalah

kesadaran adanya kepastian keberadaan diriku untuk mengadakan yang ada


Jogja, sebelasnovemberduaribudelapan

 
1 Comment

Posted by on 12 November 2008 in Diary, Puisi

 

One response to “Wisata Diri

  1. Zulmasri

    24 November 2008 at 12:09 pm

    tulisan hasil perenungan yg bagus wieda. terus menulis, ok

    >>makasih, Pak Zul… iya, insya Allah

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: