RSS

Gambaran Hari Kiamat (Na’udzubillah)

10 Oct

 
15 Comments

Posted by on 10 October 2008 in Tak Berkategori

 

15 responses to “Gambaran Hari Kiamat (Na’udzubillah)

  1. satria edy susanto

    20 February 2009 at 11:16 am

    sebagai tanda papa yang dilangit dan dibumi adalah kekuasaan nya,dari yang berawal pasti akan berakhir kecuali dia yang maha abadi.sebagai tanda betapa maha sempurna nya dia yang maha berkehendak atas apa-apa yang dikehendakinya,dan tak akan pernah ada yang mampu menolak,meminta,dan menghindar dari kehendaknya……

     
  2. satria edy susanto

    20 February 2009 at 11:31 am

    di ujung pikir kita tak mampu menembusnya ,didasar jiwa kita akui,di tajam lisan kadang banyak yang ingkari,di belahan rasa kita terketuk,di sudut mata tiada mampu tergambar,tapi ditengah iman kita meyakini nya…,karna pikir kita terbatas,dan hanya jiwa yang akan melewatinya nanti,banyak yang ingkar karna mrasa telah pandai berkata-kata,tiada tergambar karna itu rahasia illah,hanya imanlah yang mampu meyakininya karna imanlah yang yang akan melindungi keyakinan itu….,semoga tulisan ini benar adanya tapi jika banyak salahnya ini karna khilaf ku sebagai manusia,tapi jika ada benar nya semoga ini sebuah hidayah darinya……amiin

     
  3. satria edy susanto

    20 February 2009 at 11:44 am

    sperti batu kadang hati kita keras,bagai kayu jasad kita rapuh,bagai pesawat pikir kita terbang,bagai lilin dipadang luas sudut pandang kita terhalang.
    seperti bayi kita menangis dan meminta,bagai raja kita sok berkuasa dan mrasa perkasa,seperti gunung kita sok kuat,padahal bagai kapas begitu ringan nya kita diterbangkan nasfsu-nafsu kita….

     
  4. Satria edy susanto

    24 February 2009 at 3:19 am

    diujung waktu kita terbisu menyambut maut memeluk tubuh,melenggang rasa begitu angkuh terbius kelana dirimba dunia,sebongkah emas merasa kaya hingga lupa kepada siapa kita kembalinya,diatas jabatan kita pertinggi diri menuai senyum diatas dosa,wanita,dan tahta.kesurga ingin kembali kita tapi neraka menanti kita…,na’udzubillah tsumma na’udzubillah

     
  5. Satria edy susanto

    24 February 2009 at 3:25 am

    duduklah dengan hati,berdirilah dengan rasa,berjalanlah dengan kaki,dan berbuatlah dengan tangan apa yang ingin kau lakukan,baik dan buruk,sesat ataupun lurus,setiap jiwa akan mendapat pertanggung jawaban.surga atau neraka semua tergantung mana yang anda suka,berapa banyak kekayaan mu,seberapa tinggi derajatmu,seberapa luas pengetahuanmu,secantik/setampan apakah jasadmu,mampukah membawamu seperti yang kau tuju dan kau ingini?

     
  6. Satria edy susanto

    24 February 2009 at 3:30 am

    duduk dan merenunglah,ikhtiar dan tawakallah,istighfar juga bertasbihlah,agar kau menjadi orang yang beruntung,pimpinlah dirimu,keluargamu,teman dan lingkunganmu,masyarakat dan negaramu dari neraka yang bahan bakarnya dari jin dan kebanyakan dari manusia.jadilah rahmatan lil alamin agar kau mendapat rahmat dari dia yang maha segalanya lagi maha penyayang..

     
  7. Satria edy susanto

    24 February 2009 at 3:42 am

    kita hanya mampu mereka-reka,kita hanya mampu meraba-raba,tapi jika anda gunakan hati dan rasa serta akal sehatmu juga pikiran sebagai anugrahnya maka itu bisa dijadikan gambaran akan sesuatu yang bakal terjadi dan pasti terjadi,hanya saja semua itu memang kembali pada kehendaknya,sebab hanya dia yang tahu kapan waktunya,semoga banyak yang ingat dan kembali kejalan yang memang di ridhoinya,dan bangkit dari mimpi buaian dunia yang memang hanya bersifat fatamorgana dan tidak langgeng ini,jujur akupun tersentuh dengan semua ini.semoga andapun juga…

     
  8. Satria edy susanto

    24 February 2009 at 3:48 am

    saya ucapkan termakasih buat ini semua,karna telah kau bukakan rapatnya hati yang tertutup nasfsu duniawi,terbelenggu harta dan tahta juga jabatan dan wanita.semoga dengan ini semua allohpun berkenan membuka hati kita semua untuk segera mengatur langkah kaki,membuka hati untuk mendekat padanya, dan memperbanyak minta ampunan dari setiap tetesan dosa yang memrembes membasahi setiap urat-urat kita dan segera kembali kejalan yang dfiridhoinya….amin

     
  9. mazda

    29 March 2009 at 9:41 pm

    aa

     
  10. satria

    30 March 2009 at 12:44 am

    Assalamu’alaikum wr.wb
    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih atas kiriman nya,doakan saya supaya saya bisa memelajari jejak baginda nabi agung Muhammad s.A.w,dan doakan pula agar Alloh sub’hana hu wata ‘ala memberi kekuatan pada untuk mengikuti jejak beliau.

    tapi jika boleh saya minta sekali lagi bisakah saya dikirimin hukum-hukum pernikahan menurut Qur’an Dan hadist?
    sekali lagi saya ucapkan makasih banyak,semoga amal kebaikan anda mendapat balasan dari Alloh S.W.T

     
  11. satria

    30 March 2009 at 12:44 am

    wassalamu’alaikum Wr.Wb

     
  12. satria

    30 March 2009 at 12:53 am

    jika menjahit tentulah membutuhkan benang dan jarum,jika hati menjerit karna sakit tentulah perlu penerang dan penyejuk,
    yang menerangi malam adalah bintang dan bulan,
    dan mentari yang menerangi siang,sementara penerang hati tak laen dan tak bukan adalah Al-qur’an dan hadist nabi…..,
    adakh yang selain itu bisa menjadi penerang hati dan kalbumu?

     
  13. satria

    30 March 2009 at 1:05 am

    saat kita menagis kepada illah kita mengadu,
    seakan ingin mendekap hingga terlna dalam damai,
    begitu bahagia tanpa sadar illah kita lupa dan duakan dengan nafsu dunia dan lebih sering mengejar kejar nafsu syetan dan kita dewa-dewakan dia.jika rusa berlari menghindar dari bahaya pemangsa daging yang buas dan mencari tempat perlindungan yang aman itu karna rusa ingin hidup damai dan aman,lalu mengakah kita malah mendekat pada kesengsaraan yang tiada berujung di akherat kelak?padahal hanya Alloh semata yang bisa jadi tempat untuk berlindung apakah kita kalah dengan seekor rusa,padahal kita dikaruniai hati dan pikiran,naluri dan rasa????
    semoga ini bisa jadi bahan renungan buat saya khususnya dan buat yang membaca tulisan ini pada umunmya.semoga kita bisa bedakan yang hakii da sejati dan yang hanya bersifat sementara….amin

     
  14. sambilan

    15 April 2009 at 7:54 pm

    semoga kita makin sadar akan keberadaan kita di dunia ini “hanya sementara”

    Ibarat pengembara yang berhenti sejenak di bawah pohon kayu

    >>aamiin… Semoga Allah tak berhenti memancarkan sinar rahmat-Nya kepada kita semua…

     
  15. vik

    19 September 2009 at 12:54 am

    taubatlah wahai anak manusia

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: