RSS

Mengapa Kita Gelisah?

24 Sep

Mengapa? Pernahkah Anda bertanya tentang hal ini? Baik kepada diri Anda sendiri ataupun kepada orang lain? Saya juga terkadang mengalami kegelisahan yang sulit diredam.

Kegelisahan itu terkadang muncul lagi.

beberapa waktu lalu, seseorang yang aku hormati mengatakan pada kami, ‘Kenalilah dirimu, maka engkau akan mengenal Tuhanmu’

cukup menarik aku pikir. ya, dengan mengenal diri lebih dekat, maka kita bisa menemukan siapa kita sebenarnya, dari mana kita, untuk apa kita ada (diadakan), dan ke mana seharusnya tujuan kita…

kenali diri kita, maksudnya kenali sumber kita,
rasakan kehadiranNya yang sebenarnya keberadaanNya begitu dekat dengan kita, bahkan lebih dekat dari urat leher kita sendiri. Dia sebenarnya yang senantiasa membisikkan semua hal yang baik dan benar.

kita dapat mengenal ‘kita’, mengenal ’sumber’ kita, dengan cara menyelami apa yang sering kita sebut dengan hati kecil atau hati nurani. di sinilah letak kebenaran yang setiap saat dibisikkan Tuhan namun sering kita mengingkarinya.

jika kita belum dapat mengenal atau menemukan atau mengidentifikasi mana suara nurani mana suara nafsi, maka yang muncul adalah kegelisahan.

jika kita sudah dapat mengenali diri kita, mengenal sumber kita, insya Allah langkah kita, tindakan kita, akan terarah dan semakin bermakna, hingga mencapai apa yang disebut ‘Jiwa yang Tenang’

 
4 Comments

Posted by on 24 September 2008 in Artikel, Suara Hati

 

Tags: ,

4 responses to “Mengapa Kita Gelisah?

  1. Zulmasri

    27 September 2008 at 5:13 am

    orang yg mengenal dirinya akan dipenuhi berbagai pertanyaan yg menggelisahkan. ini merupakan masa-masa pencarian jati diri. semakin ia kenal inci demi inci dirinya, tak ada yg tak akan berucap ‘maha sucì atas segala yg tercipta dan Sang Penciptanya.

    eh, wieda, komentatornya kok nggak dimunculkan?

     
  2. muqaffa

    29 September 2008 at 1:25 pm

    wah…maasih bnyak atas tanggapannya…

    ini udah muncul ‘kan?hehe

     
  3. Zulmasri

    4 October 2008 at 4:26 am

    iya sudah. lebih baik lagi foto komentatornya ada di halaman utama, gak hanya di ruang komentar.

    siap untuk dipublikasikan?

     
  4. muqaffa

    7 October 2008 at 2:02 pm

    saya masih kesulitan mengatur blog saya…mohon bantuan gmna caranya untuk itu….hehe

    satu lagi,saya kebingungan memasukkan tulisan ke halaman yg lain..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: