RSS

Sapa Manja untuk Ibu

09 Mar

seperti baru kemarin saja, ibu

ketika kau mengusap air matamu dan tersenyum

saat pertama kali ayah melantunkan adzan ke telongaku

seperti baru kemarin saja, ibu

ketika kau memintaku untu berhenti menaangis

kau dendangkan sholawat atas nabi, dan aku pun tertidur

seperti baru kemarin saja, ibu

ketika kau membimbingku melafadzkan alif, ba’, ta’

sementara lagi-lagi aku lupa yang mana alif,

sepeti apa ba’ dan apa bedanya dengan ta’

namun kau tak pernah marah, kau malah tersenyum dan mengatakan:

-‘Cepatlah besar anakku. Tekunlah kau menimba ilmu

agar esok dunia tersenyum padamu…

tersenyum? dunia tersenyum padaku?

tak sampai pikirku ke situ.

tapi bagaimana caranya, ibu?

bahkan aku ta pantas tersenyum untukku sendiri.

sampai usiaku yang sekarang,

aku masih ragu untuk mengerjakan ini

dan tidak melakukan itu,

aku masih  bingung bagaimana agar kau tersenyum, ibu

ibu…

teruslah bimbing aku untuk selalu tegar

teruslah ajari aku bagaimana mengepakkan sayap

dan janganpernah berhenti membisikkan padaku:

-‘La ilaha illAllah, MuhammadurRasulullah…

 
Leave a comment

Posted by on 9 March 2008 in Diary, Puisi

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: