RSS

Category Archives: Sejarah Kebudayaan Islam

PEKALONGAN in MY SIGHT

Pekalongan adalah salah satu kota di pesisir utara Pulau Jawa. Kota yang dijuluki sebagai Kota Batik ini termasuk dalam wilayah provinsi Jawa Tengah. Terkadang juga mendapat sebutan sebagai Kota Santri, mungkin karena kebanyakan penduduknya rajin mempelajari ilmu-ilmu agama bahkan pernah menjadi santri di berbagai pondok pesantren di dalam atau pun di luar kota.

oleh sebab itu, tak heran jika budaya yang tercipta, kehidupan sosial kemasyarakatan yang terbangun bernafaskan Islam. Berbagai hasil kebudayaan Islam tumbuh di Pekalongan. Salah satu hasil kebudayaan Islam ini adalah masjid atau musholla. Di berbagai tempat, dari daerah perkotaan hingga pelosok desa, kita dapat dengan mudah menjumpai masjid atau musholla.

Masjid atau musholla ini selain digunakan sebagai tempat sholat, juga sebagai tempat ibadah lainnya, seperti mengaji berbagai disiplin ilmu dan belajar membaca Al-Qur’an. Selain masjid atau musholla, untuk mengadakan pengajian juga kerap menggunakan Majelis Ta’lim, yaitu tempat khusus untuk mengaji dan mempelajari ilmu agama, jarang digunakan untuk sholat. Sedangkan untuk belajar membaca Al-Qur’an para anak kecil hingga remaja, dan belajar ilmu agama lainnya, sering dipercayakan kepada asaatiidz wa ustaadzaat di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Selain tempat-tempat di atas, tak jarang masrakat Pekalongan mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada sekolah-sekolah Islam, baik tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga ‘Aliyah (SD, SMP, SMA) atau MI, MTs, dan MA.

Masyarakat Pekalongan dalah masyarakat yang agamis. Di sana-sini sering digelar pengajian rutin untuk ibu-ibu dan remaja putri atapun bapak-bapak dan remaja putra. Acara peringatan hari-hari besar agama pun digelar dengan meriah disertai dengan pengajian akbar, seperti pada : Peringatan Tahun Baru Hijriyah, Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, hingga digelar berkali-kali di tempat-tempat yang berbeda (bergantian). Acara Halal Bihalal pada hari-hari Idul Fitri pun selalu diadakan oleh masyarakat, baik untuk kalangan keluarga kecil, keluarga besar, tingkat RT, hingga lembaga-lembaga pendidikan dan kemasyarakatan.

Pekalongan juga memiliki tempat wisata ziarah, yaitu di Pemakaman Sapuro. Di pemakaman ini terdapat makam Habib Ahmad bin Tholib Al-’Athas, tokoh besar di Pekalongan dan sekitarnya, yang kerap diziarahi muslimiin dan muslimaat dari berbagai daerah.

Salah satu kebiasaan masyarakat Pekalongan, muslimin khususnya, adalah memakai sarung untuk berbagai kegiatan, terutama sholat, menghadiri pengajian hingga menghadiri undangan walimah / tasyakuran.

Kebiasaan lain masyarakat Pekalongan adalah memanggil / menyebut orang yang sudah berangkat / naik haji ke Tanah Suci dengan sebutan ‘Pak Haji’ dan ‘Bu Haji’. Akan tetapi, terkadang sebutan itu ditujukan kepada orang yang belum dikenal yang sudah berumur dan terlihat sudah naik haji, meskipun ternyata belum (dilihat dari penampilan, mis. pakai peci putih atau kopiah kaji).

 

 
 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.